Thursday, 11 February 2016

Mengenal Lebih Dekat Rosulullah (bagian 2)

🔩💦Menggali Zam-zam💦🔩

💧Kemuliaan orang-orang terpandang dalam keluarga Nabi di Makkah banyak sekali.
Misalnya; Qushay -kakek Hasyim dan Hasyim adalah kakek ayah Nabi (Abdullah)- adalah orang paling menonjol dikalangan kaum Quraisy pada zamannya. Dialah yang mengatur administrasi Makkah dengan cara membangun balai pertemuan yang dijadikan sebagai tempat pertemuan bagi pemuka-pemuka Quraisy. Begitu juga ia membagi tugas-tugas penting seperti menjamu dan memberi minum para jamaah haji dan memegang panji yang diberikan kepada setiap keluarga Quraisy.

💧Setiap keluarga menjaga kedudukannya masing-masing pada masa Abdul Muthalib, yang menjadi terkenal dengan sebab menggali sumur zam-zam yang tetap eksis hingga berabad-abad yang mencerminkan sumber mata air terpenting di Makkah.

💧Sangat penting untuk kita ketahui adalah tentang kisah penggalian sumur zam-zam oleh seorang sahabat agung Ali bin Abi thalib. Dan nampak jelas bahwa riwayat tersebut cukup dikenal dan masyhur mengingat dekatnya pembawa kisah dengan masa yang terkait. Barangkali Ali mendengar dari ayahnya yang mendengar langsung dari kakeknya, Abdul Muthalib sehubungan dengan peranannya.

💧Kesimpulan dari kisah yang diceritakan oleh Abdul Muthalib bahwasanya ia pernah bermimpi selama empat malam, yaitu ada seseorang yang mendatangi dan menyuruhnya untuk menggali lagi sumur zam-zam tanpa menentukan letaknya. Dan pada kali keempat ia datang dengan menentukan posisi sumur dan menyebutkan namanya dengan jelas "zam-zam". Maka Abdul Muthalib pun mulai menggali sumur tersebut sesuai posisi yang dimaksud, dan tidak lama setelah itu muncullah airnya.
Kaum Quraisy pun mulai mempermasalahkannya dan menuntut untuk berkongsi dengannya mengenai urusan air tersebut. Tetapi Abdul Muthalib menolaknya, hingga akhirnya merekapun mengadukan permasalahan mereka kepada seorang dukun wanita. Akan tetapi sebelum mereka sampai kedukun wanita itu, Abdul Muthalib dan rekannya kehabisan bekal air. Kaum Quraisy pun enggan untuk mengajaknya berkongsi dalam urusan air yang ada pada mereka, karena berambisi untuk mendapatkan air yang ada di padang pasir.
Tatkala Abdul Muthalib dan rekannya hampir binasa dan mereka menggali tanah untuk kuburan mereka, tiba-tiba terpancarlah sumber mata air dibawah bekas galian unta betina milik Abdul Muthalib atas air zam-zam, maka akhirnya merekapun menyerahkannya lagi kepada Abdul Muthalib.

💧Tidak diragukan bahwa peristiwa serta wewenang atas sumber air tersebut, cukup mengangkat martabat dan harga diri Bani Hasyim di Makkah.

💢Nadzar Abdul Muthalib💢

🍂Ada riwayat Shahih yang bersumber dari Ibnu Abbas, ia berkata :
" Abdul Muthalib bin Hasyim pernah bernadzar, jika Allah memberinya 10 anak laki-laki maka ia akan mengorbankan (menyembelih) salah seorang diantara mereka(dihadapan ka'bah). Maka tatkala Allah memberinya 10 orang anak, ia akan mengundi diantara mereka siapa yang akan dikorbankan, undian itu jatuh kepada Abdullah. Padahal Abdullah adalah anak yg paling dicintai oleh Abdul Muththalib. Ia pun berkata "Ya Alloh, dia (Abdullah) atau 100 ekor unta sebagai tebusannya?", kemudian ia mengundi antara Abdullah dengan unta, maka undian itu jatuh pada 100 ekor unta.

🍂Peristiwa ini memberikan inspirasi  tentang apa yang sudah digariskan oleh takdir ilahi dari kelahiran Rasulullah dr ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib. Sungguh kehidupan Abdullah telah dijaga oleh Allah dengan memalingkan niat Abdul Muthalib yang hendak mengorbankannya.

💖Pernikahan Abdullah dengan Aminah💖

Secara historis disebutkan bahwa Abdullah bin Abdul Muthalib menikah dengan Aminah binti wahb bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab sedangkan Bani Zuhrah adalah bagian dari keluarga besar Quraisy. Abdul Muthalib menikahi Halah binti Wuhaib, sedangkan wuhaib adalah paman Aminah dan aminah dididik dirumah pamannya tersebut.

📚Sumber : Shahih shirah Nabawiyah Dr.Akram Dhiya Al Umuri
_________________________________
   AIHQ PREMIUM DK PSDM
          🌵🏠ODOJ🏠🌵
_________________________________

No comments:

Post a Comment