Showing posts with label Kajian. Show all posts
Showing posts with label Kajian. Show all posts

Thursday, 12 May 2016

Menyibak Hakikat Hizbut Tahrir

Menyibak Hakikat Hizbut Tahrir

Disusun oleh Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah

TAQDIM

Dakwah Ilallah adalah jalan semua rasul dan para pengikut mereka, untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan kepada cahaya yang terang benderang, dari kekufuran kepada keimanan, dari kesyirikan kepada tauhid, dan dari neraka ke surga.

Dakwah para rasul inilah yang wajib diikuti oleh setiap juru dakwah, agar dakwah mereka membuahkan hasil yang baik, barang siapa berdakwah tanpa memakai asas-asas dakwah para rasul maka dakwah itu tidak bernilai sama sekali di sisi Allah dan menjadikan daya upaya yang dicurahkan padanya sia-sia.

Di antara jama’ah-jama’ah dakwah yang menyelisihi manhaj para rasul adalah Hizbut Tahrir yang mengonsentrasikan dakwahnya untuk merebut kekuasaan dan mendirikan Khilafah Islamiyyah (negara Islam) dan mengabaikan sisi-sisi penting dari syari’at Islam seperti aqidah, akhlak, dan yang lainnya.

Mengingat begitu gencarnya dakwah mereka pada hari ini dan di sisi lain banyak dari kaum muslimin yang belum mengetahui hakikat dakwah mereka maka insya Allah di dalam bahasan kali ini akan kami paparkan studi kritis terhadap manhaj kelompok ini dengan menukil dari tulisan-tulisan mereka sendiri dan penjelasan-penjelasan para ulama tentang hakikat mereka.

SEJARAH PENDIRIAN HIZBUT TAHRIR

Kelompok ini didirikan oleh Taqiyddin bin Ibrahim an-Nabhani. Dia dilahirkan tahun 1909 M di Desa Ijzam yang terletak di sebelah selatan Kota Jifa, Yordania. Dia banyak terpengaruh oleh kakeknya, Yusuf Isma’il an-Nabhani yang dikenal dengan pemikiran sufinya dan permusuhannya kepada Salafush Shalihsebagaimana di dalam banyak tulisan-tulisannya seperti Syawahidul Haqqi fi Istighatsah Bisayyidil Khalqi.

Pada tahun 1952 dia mengajukan permohonan resmi kepada Kementerian Dalam Negeri Yordania untuk mendapatkan izin bagi partainya yang bernama Hizbut Tahrir al-Islami, tetapi permohonannya ditolak. Sesudahnya, kelompok Hizbut Tahrir melakukan aktivitas politik secara rahasia.

Taqiyuddin an-Nabhani meninggal pada tanggal 10 Desember 1977 di Lebanon dengan meninggalkan karangan yang cukup banyak yang menjadi referensi acuan gerakan dan pemikiran Hizbut Tahrir, di antaranya :

– Nizhamul Islam (Peraturan hidup dalam Islam)

– Nizhamul Hukmi fil Islam (Sistem Pemerintahan Islam)

– Nizhamul Iqtishadi fil Islam (Sistem Ekonomi Islam)

– Nizhamul Ijtima’i fil Islam (Sistem Pergaulan Dalam Islam)

– At-Takattul Hizbi (Pembentukan Partai)

– Asy-Syakhshiyah al-Islamiyyah (Kepribadian Islam)

– Nida’ul Har ila Alamil Islami (Seruan Kepada Dunia Islam)

Dan beberapa kitab lainnya. Kitab-kitab diatas banyak sekali menyelisihi pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan terpengaruh oleh filsafat Mu’tazilah (lihat al-Jama’at al-Islamiyyah hlm. 282 dan Mausu’ah al-Muyassarah hlm. 344).

RASIONALISME HIZBUT TAHRIR

Merupakan hal yang dimaklumi bahwa sumber kesesatan dari setiap kelompok bid’ah adalah karena mereka meninggalkan Sabilil Mukminin yaitu jalan para sahabat di dalam memahami dan mengamalkan Islam. Allah Ta’ala berfirman :

Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam neraka Jahanam, itulah seburuk-buruk tempat kembali. (QS. an-Nisa [4]:115).
Kalimat (Sabiilul mu’miniin) artinya adalah jalan orang-orang mukmin, yang pertama kali masuk dalam makna ini adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana dalam sabdanya :

“Dan sesungguhnya umatku ini akan berpecah belah menjadi 73 kelompok, semuanya di neraka kecuali satu kelompok, ia adalah al-Jama’ah.” Di dalam riwayat lain, “Ia adalah jalan yang aku tempuh dan para sahabatku.”[1]

Dari sinilah jelas bagi kita bahwa biang keladi kesesatan semua kelompok dalam Islam, sejak dahulu sampai sekarang, yaitu bahwasanya mereka tidak menghiraukan ayat dan hadits-hadits di atas sehingga mereka menyeleweng dri jalan yang lurus dan memilih jalan-jalan yang sesat.Mereka mengandalkan akal dan pemikiran mereka tanpa merujuk kepada pemahaman sahabat dan ulama yang mengikuti jalan mereka. Padahal, jalan keselamatan adalah manhaj para sahabat dan as-salaf ash-shalih yaitu orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.
Kelompok Hizbut Tahrir di dalam memahami Islam secara terang-terangan meninggalkan pemahaman para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menggantinya dengan pemahaman pemimpin pertama mereka dan pendiri kelompok mereka yaitu Taqiyuddin an-Nabhani yang banyak terpengaruh oleh pemikiran Mu’tazilah.

Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah berkata : “Dari sini kita meletakkan satu titik dalam dakwah Hizbut Tahrir bahwasanya mereka terpengaruh oleh Mu’tazilah dalam dasar pijakan mereka mengenai jalan keimanan (thariqul iman). Jalan keimanan (thariqul iman) ini adalah sebuah judul pembahasan mereka yang terdapat dalam kitab Nizhamul Islam yang dikarang oleh pemimpin mereka, yaitu Taqiyuddin an-Nabhani rahimahullah. Saya (Syaikh al-Albani) pernah berjumpa dengannya (Taqiyuddin an-Nabhani) beberapa kali. Saya mengenalnya dengan baik dan mengenal dengan sangat baik jalan yang ditempuh oleh Hizbut Tahrir. Karena itu, Insya Allah saya berbicara berdasarkan ilmu tentang segala hal yang dakwah mereka tegak di atasnya.”[2]

Taqiyuddin an-Nabhani berkata di dalam kitabnya, Nizhamul Islam hlm. 10 :
“Dan berdasarkan atas hal itu maka iman kepada Allah adalah datang dari jalan akal, dan tidak boleh tidak bahwa iman ini terjadi dari jalan akal. Maka adalah dengan hal itu tonggak utama yang berdiri di atasnya keimanan kepada seluruh perkara-perkara gaib dan semua yang Allah kabarkan kepada kita.”

Hizbut Tahrir berkata di dalam kitab mereka Nidaun Harrun ilal Muslimin min Hizbut Tahrir dari website resmi mereka :
“Maka Islam sebagai pemikiran-pemikiran maka asasnya adalah akal.”

Demikianlah, Hizbut Tahrir banyak terpengaruh dengan kelompok Mu’tazilah yang merupakan pionir semua kelompok rasionalis dalam Islam. Mu’tazilah menjadikan akal sebagai hakim secara mutlak.Mereka mempromosikan akal setinggi-tingginya, sebagaimana sering terungkap dalam perkataan gembong-gembong mereka:

Al-Qadhi Abdul Jabbar menyebutkan urutan dalil-dalil syar’i menurutnya, “Yang pertama adalah akal, karena dengannya bisa dibedakan baik dan buruk, dan dengan akallah diketahui bahwa Kitab adalah hujjah, demikian juga sunnah dan ijma’!!” (Fadhlul I’tizal hlm. 139).

Amr bin Ubaid[3] menyebut hadits Shadiqul Mashduq dan berkomentar, “Seandainya aku mendengar hadits ini langsung dari A’masy pasti akan kudustakan, seandainya aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya pasti akan kutolak! dan seandainya aku mendengar Allah mengatakannya maka akan kukatakan, ‘Bukan atas ini Engkau mengambil mitsaq (perjanjian) dari kami.”!!
Az-Zamakhsyari berkata, “Berjalanlah dalam agamamu di bawah panji akal, jangan engkau merasa cukup dengan riwayat dari Fulan dan Fulan.”! (Athwaqu Dzahab fil Mawaizh wal Khuthab hlm. 28).

Demikianlah kaum rasionalis. Mereka menjadikan akal semata sebagai sumber ilmu mereka, mengagungkan akal, dan menjadikan iman dan al-Qur’an tunduk di bawah akal. (Majmu Fatawa Syaikhul Islam 5/338).

Syubhat mereka ini telah dikikis habis dan dihancurkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam kitabnya yang agung yang berjudul Dar’u Ta’arudh al-‘Aql wan Naql yang tersusun dalam 10 jilid, kemudian diringkas oleh muridnya al-Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Shawa’iq Mursalah yang tersusun dalam dua jilid. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan dalam kitabnya tersebut 54 argumen dalam membantah syubhat mereka ini, diantaranya :

– Perkataan mereka bahwa akal adalah landasan naql adalah batil karena apa yang dikabarkan oleh Allah dan Rasul-Nya adalah shahih dari dirinya, entah kita ketahui dengan akal kita atau tidak kita ketahui, entah dibenarkan oleh manusia atau didustakan oleh mereka, sebagaimana Rasulullah adalah haq meskipun didustakan oleh manusia, dan sebagaimana wujud Allah dan keberadaan nama-nama dan sifat-sifat-Nya adalah haq, entah akal kita mengetahui atau tidak.

– Mendahulukan akal atas naql adalah cela pada akan dan naql sekaligus, karena akan telah bersaksi bahwa wahyu lebih tahu dibandingkan akal. Jika hukum akal didahulukan atas hukum wahyu maka itu adalah cela pada persaksian akal, jika persaksiannya batal maka tidak boleh diterima ucapannya, maka mendahulukan akal atas wahyu adalah cela pada akal dan wahyu sekaligus.

– Syari’at diambil dari Allah dengan perantaraan malaikat dan Rasul-Nya, dengan membawa ayat-ayat, mukjizat-mukjizat, dan bukti-bukti atas kebenarannya, hal ini diakui oleh akal

Lalu bagaimana perkataan Allah pencipta semesta alam ditentang dengan pemikiran-pemikiran Plato, Aristoteles, Ibnu Sina dan pengikut-pengikut mereka?
Bagaimana perkataan seorang Rasul ditentang dengan perkataan filosof, padahal filosof wajib mengikuti Rasul, bukan Rasul yang mengikuti filosof, karena Rasul diutus oleh Allah, dan filosof adalah umatnya.[4]

MENOLAK HADITS AHAD DALAM MASALAH AQIDAH

Hizbut Tahrir termasuk kelompok Inkarus Sunnah, mereka menolak hadits-hadits Ahad di dalam masalah aqidah, mereka berkata di dalam kitab ad-Dusiyah hlm. 3, “Terdapat perbedaan antara hukum-hukum syariat dan perkara-perkara aqidah dari sisi dalil. Hukum-hukum syar’iyyah boleh ditetapkan dengan dalil zhanni dan boleh dengan dalil qath’i kecuali aqidah, karena harus ditetapkan dengan dalil qath’i tidak boleh ditetapkan dengan dalil zhanni sedikitpun. Aqidah tidak boleh diambil melainkan harus dengan dalil yakin, apabila dalilnya qath’i maka wajib diimani dan mengingkarinya adalah kafir, namun jika dalilnya zhanni maka haram bagi tiap muslim mengimaninya…, maka wajib menetapkan aqidah dengan dalil qath’i…“

Hizbut Tahrir berkata di dalam kitab ad-Dusiyah hlm. 4:
“Dan hadist ahad adalah zhanni.”

KAMI KATAKAN : Sesungguhnya dalil-dalil dari Kitab, Sunnah, dan amalan sahabat, dan perkataan para ulama menunjukkan tentang wajibnya berhujjah dengan hadits ahad dalam syari’at Islam tanpa memperbedakannya dalam ‘aqidah ‘ilmiyyah atau ahkam ‘amaliyyah, dan bahwasanya pendapat yang membedakan antara keduanya adalah pendapat yang bid’ah yang tidak pernah dikenal oleh salaf. Karena itulah al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

Pendapat yang membedakan antara keduanya adalah pendapat yang batil dengan kesepakatan umat karena umat tidak henti-hentiny berhujjah dengan hadits-hadits ahad dalam khabar-khabar ilmiyyah yang berhubungan dengan aqidah, sebagaimana mereka berhujjah dengan khabar-khabar amaliyyah, terutama hukum-hukum amaliah yang mengandung kabar dari Allah bahwasanya Allah mensyari’atkan ini dan itu, mewajibkannya, dan meridhainya sebagai agama, … Tidak henti-hentinya para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan ahli hadits dan sunnah berhujjah dengan hadits-hadits ahad dalam masalah-masalah sifat, qadar, asma, dan ahkam, … (Mukhtashar Shawa’iq Mursalah 2/412).

Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata :
“Kaum muslimin sejak dahulu hingga sekarang telah sepakat atas menetapkan hadits ahad dan berhenti padanya.” (ar-Risalah hlm. 457).

Berkata al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah, “Telah tersebar secara luas tentang amalan sahabat dan tabi’un akan khabar (hadits) ahad; tanpa ada pengingkaran, bahkan sudah terjadi ittifaq untuk menerimanya.” (Lihat Fathul Bari 13/234)

Berkata al-Imam Ibnu Abil Izz al-Hanafi rahimahullah “Tentang hadit ahad, telah sepakat umat menerimanya, baik sebagaimana amal dan wajib untuk dibenarkan; dan juga memberi faedah ilmu yaqin di kalangan ulama umat ini. Hal tersebut karena hadits ahad merupakan bahagian dari hadits mutawatir, dan tidak terdapat perbedaan di kalangan salaf umat ini.” (Lihat Syarh al-Aqidah ath-Thahawiyyah hlm. 399-400-takhriij Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah).

Syaikh al-Albani rahimahullah berkata, “Seandainya argumen tidak tegak dengan khabar ahad maka tidaklah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Abu Ubaidah radhiyallahu ‘anhu ke Yaman seorang diri, demikian juga ini dikatakan pada hadits-hadits dalam Shahihain yang mengabarkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, dan Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu sebagai da’i-da’i yang diutus untuk mendakwahkan Islam ke negeri-negeri tertentu dalam keadaan sendirian. Merupakan hal yang tidak diragukan lagi bahwa keseluruhan termasuk di dalamnya masalah-masalah aqidah.”[5]

MENOLAK TAQDIR ALLAH TA’ALA

Taqiyyuddin an-Nabhani berkata di dalam kitabnya, Syakhshiyyah Islamiyyah 1/71-72
“Perbuatan-perbuatan ini-yaitu perbuatan-perbuatan manusia-tidak ada hubungan sama sekali dengan qadha’, karena manusia adalah yang melakukan sendiri perbuatan-perbuatan ini dengan kehendak dan pilihannya, dan berdasarkan atas hal itu maka fi’il-fi’il ikhtiyariyyah tidak masuk di bawah qadha’.”

Dia Nizhamul Islam :
“Maka digantungkannya pahala atau hukuman dengan petunjuk dan kesesatan menunjukkan bahwa petunjuk dan kesesatan keduanya termasuk perbuatan manusia dan keduanya bukan dari Allah.”

Perkataan ini jelas sekali menyelisihi nash-nash al-Qur’an dan as-Sunnah yang menyatakan bahwa segala sesuatu telah telah ditakdirkan Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman :
Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan takdir-takdir (ukuran-ukurannya) dengan serapi-rapinya. (QS. al-Furqan [25] :2)

Dan Allah Ta’ala berfirman :
Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu. (QS. ash-Shaffat [37] :96)

Dan Allah Ta’ala berfirman :
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dengan takdir. (QS. al-Qamar [54] : 49).

MENGADOPSI PEMAHAMAN KHAWARIJ

Hizut Tahrir mengikuti pemahaman Khawarij di dalam masalah takfir dan bolehnya khuruj (pemberontakan, red) kepada penguasa muslim.

Di dalam kitab Manhaj Hizbit Tahrir fit Taghyir hlm. 36 mereka berkata, “Hizb tidak berkompromi dengan para penguasa dan tidak memberikan loyalitas kepada mereka, termasuk konstitusi dan perundang-undangan mereka walau dengan alasan kelancaran dakwah. Sebab syara’ mengharamkan mempergunakan sarana yang haram untuk memenuhi suatu kewajiban. Sebaliknya hizb mengoreksi dan mengkritik penguasa dengan tegas. Hizb menganggap bahwa peraturan yang mereka terapkan itu adalah peraturan kufur sehingga harus dimusnakan dan diganti dengan hukum Islam. Hizb juga menganggap bahwa mereka pada hakikatnya adalah orang-orang yang fasik dan zalim…”

Dalam hlm. 37, “… Hizb juga menolak membantu mereka melakukan ishlah baik di bidang ekonomi, pendidikan, sosial kemasyarakatan maupun di bidang moral…”

Dalam hlm. 42, “Aktivitas hizb adalah menentang para penguasa di negara-negara Arab maupun negara-negara Islam lainnya. Mengungkapkan makar-makar jahat mereka, mengoreksi dan mengkritik mereka…”

Inilah pemahaman Hizbut Tahrir yang menyelisihi perintah Allah kepada setiap muslim agar taat kepada waliyyul amr-sebagaimana dalam firman-Nya :
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kalian. (QS. an-Nisa [4]:59),

Demikian juga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu memerintahkan agar selalu taat kepada waliyyul amr, tidak membatalkan bai’at dan sabar atas kecurangan para penguasa :

Dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu bahwasanya dia berkata :
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru kami maka kami membai’atnya, di antara yang diambil atas kami bahwasanya kami berbai’at atas mendengar dan taat dalam keadaan yang lapang dan sempit, dalam keadaan sulit dan mudah, dan atas sikap egois atas kami, dan agar kami tidak merebut kekuasaan dari pemiliknya. Beliau bersabda, ‘Kecuali jika kalian melihat kekufuran yang jelas dan nyata yang kalian punya bukti di hadapan Allah.” (Shahih Muslim 1709).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Ini adalah perintah agar selalu taat walaupun ada sikap egois dari waliyyul amr, yang ini merupakan kezaliman darinya, dan larangan dari merebut kekuasaan dari pemiliknya, yaitu larangan dari memberontak kepadanya, karena pemiliknya adalah para waliyul amr yang diperintahkan agar ditaati, dan mereka adalah orang-orang yang memiliki kekuasaan untuk memerintah”[6]

Hizbut Tahrir juga mengatakan bahwa seluruh negeri Islam saat ini adalah Darul Kufur wal Harb, sebagaimana dalam buku mereka, Manhaj Hizbit Tahrir fit Taghyir hlm. 5, “Adapun kondisi negeri-negeri yang hidup didalamnya kaum muslimin saat ini di seluruh negeri, adalah darul kufr bukan darul Islam.”

Asy-Syaikh Abdurrahman ad-Dimasyqy berkata dalam kitabnya. Hizbut Tahrir Munaqasyah Ilmiyyah li Ahammi Mababdi’il hizbi wa Raddu Ilmi Mufashshal Haula Khabari Wahid hlm. 47.

Aku bertanya kepada salah seorang di antara mereka (Hizbut Tahrir),

‘Bagaimanakah (menurutmu) dengan Makkah dan Madinah?

Apakah termasuk Darul Iman ataukah Darul Kufur wal Harb??’

Dia menjawab,

‘Termasuk Darul Kufur dan Harb!’

Aku berkata lagi,

‘Lantas apakah boleh aku berhaji ke darul Kufur??

Lantas dimanakah Darul Iman jika Makkah dan Madinah termasuk Darul Kufur!!’

Dia pun kebingungan …

Ada seorang juga bertanya kepada mereka (Hizbut Tahrir),

‘Apakah ada Darul Islam di dunia saat ini?’

Mereka menjawab,

“Tidak ada!!’

Ia bertanya lagi,

“Saya ingin berhijrah, ke manakah gerangan aku harus berhijrah (jika tidak ada Darul Islam)??’

mereka kebingungan menjawabnya.”

Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :
“Tidaklah terputus hijrah hingga terputusnya taubat dan tidak terputus taubat hingga terbitnya matahari dari baratnya (hari kiamat).”[7]

Dari Isham al-Muzani radhiyallahu ‘anhu bahwasanya dia berkata :
“Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika mengutus suatu pasukan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, jika kalian melihat masjid atau mendengar adzan maka janganlah kalian membunuh seorang pun.’”[8]

Al-Imam asy-Syaukani rahimahullah berkata, “Hadits ini menunjukkan bahwa sekadar keberadaan sebuah masjid di suatu negeri maka ini cukup menjadi dalil atas keislaman penduduknya, walaupun belum didengar adzan dari mereka, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan pasukan-pasukannya agar mencukupkan dengan salah satu dari dua hal : adanya masjid atau mendengar adzan.” (Nailul Authar 7/287)

Berdasarkan uraian diatas maka jika mendengar adzan di suatu negeri atau didapati suatu masjid, dan penduduknya muslim, maka negeri tersebut adalah darul Islam, meskipun para penguasanya tidak menerapkan syari’at Islam.
Hal inilah yang dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah beliau berkata, “Keberadaan suatu tempat sebagai negeri kafir atau negeri iman atau negeri orang-orang fasik, bukanlah sifat yang tidak terpisah darinya, tetapi ia adalah sifat yang insidental sesuai dengan keadaan penduduknya. Setiap jengkal bumi yang penduduknya orang-orang mukmin yang bertakwa maka tempat tersebut adalah negeri para wali Allah di saat itu. Setiap jengkal tanah yang penduduknya orang-orang fasik, maka ia adalah negeri kefasikan di saat itu. Dan jika para penduduknya selain yang kita sebutkan tadi, dan berubah dengan selain mereka, maka negeri itu adalah negeri mereka.”[9]

PENEGAKAN DAULAH DENGAN MENGORBANKAN SYARI’AT ISLAM

Hizbut Tahrir memprioritaskan penegakan Daulah Islamiyyah dan kekuasaan ketimbang perbaikan aqidah dan tauhid. Mereka telah menjadikan penegakan daulah saat ini hukumnya paling wajib dan paling urgen (mendesak). Mereka berpandangan bahwa segala kemerosotan, kehancuran, dan kekacauan yang melanda umat saat ini dikarenakan tidak adanya payung yang melindungi umat dari kaum kuffar, yakni daulah khilafah. Maka semenjak Kesultanan Utsmani runtuh, pada tahun 1924 di Turki, maka umat Islam semuanya dalam keadaan berdosa dan umat wajib ‘ain mengembalikannya.

Taqiyuddin an-Nabhani berkata di dalam kitabnya Syakhshiyyah Islamiyyah 2/92 :
Dan demikianlah maka seluruh kamu muslimin sejak tahun 1924 yaitu sejak hilangnya Khilafah Islamiyyah dari Turki maka mereka mati dan akan mati jahiliyyah.”

Maka mereka mengonsentrasikan segala daya dan upaya untuk meraih kembali kekuasaan. Namun, di sisi lain mereka banyak meremehkan syari’at-syari’at Islam.
Lihatlah, bagaiman tokoh-tokoh mereka tidak menampakkan penampilan Islam sama sekali. Mereka cukur habis jenggot-jenggot mereka. Mereka tidak memperhatikan shalat jama’ah dan yang lainnya dari syari’at Islam. Jika engkau ingatkan mereka tentang hal itu maka mereka mengatakan bahwa hal itu akan mereka lakukan kalau sudah tegak Daulah Islam!! (Lihat Jama’at Islamiyyah hlm. 288-289).

Padahal Daulah Islam adalah sarana untuk menegakkan syari’at Islam, pantaskah jika seorang muslim berjuang mewujudkan daulah Islam dengan jalan mengorbankan syari’at Islam?!
Daulah adalah anugerah Allah kepada kaum muslimin karena keteguhan mereka melaksanakan kewajiban-kewajiban seperti jihad, melaksanakan syari’at dan perkara-perkara yang disyari’atkan Allah kepada mereka. Anugerah inilah yang diperoleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya, karena kesabaran mereka dalam menempuh manhaj dakwah yang haq, menghadapi kekejian dan kebrutalan kaum musyrikin. Allah menolong Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya, memenangkan din mereka, dan pengokohkan mereka di muka bumi, sebagai perwujudan janji Allah dalam Kitab-Nya :

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan aku. (QS. an-Nur [24] : 55)[10]

PENDAPAT-PENDAPAT GANJIL HIZBUT TAHRIR

Sesungguhnya pendapat-pendapat Hizbut Tahrir yang ganjil amatlah banyak sekali dan bertebaran di dalam kitab-kitab mereka, di antaranya :

– Hizbut Tahrir memperbolehkan berjabat tangan lelaki dan perempuan yang bukan mahram.Taqiyuddin berkata dalam Nizhamul Ijtima’i fil Islam, “Seorang pria pada dasarnya boleh menjabat tangan seorang wanita, demikian pula sebaliknya, seorang wanita boleh menjabat tangan seorang pria tanpa ada penghalang di antara keduanya.” Hal ini juga diperkuat dengan nusyrah sual jawab mereka no. 24/Rabi’ul Wal/1390 atau 29/5/1970, no.8/Muharram/1390 atau 16/3/1970 dan nusyrah al-ajwibah wal as’ilah tanggal 26/4/1970.

– Hizbut Tahrir memperbolehkan memandang wajah wanita, karena menurut mereka wajah tidak termasuk aurat. Taqiyuddin berkata dalam Nizhamul Ijtima’i fil Islam, “Allah Ta’ala berfirman : ‘Katakanlah kepada mukmin laki-laki hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka.’ (QS. an-Nur [24]:30), maksudnya tentu adalah menundukkan pandangan terhadap wanita pada selain wajah dan kedua telapak tangan, sebab memandang wajah dan telapak tangan adalah mubah.”

– Hizbut Tahrir menghalalkan musik dan nyanyian (walau diiringi alat musik) sebagaimana dalam nusyrah jawab wa sual no. 9 (20/Shafar/1390 atau 26/4/1970), “Suara wanita tidak termasuk aurat dan nyanyian mubah hukumnya serta mendengarkannya mubah. Adapun hadits-hadits yang warid (datang) mengenai larangan musik adalah tidak shahih haditsnya. Yang benar adalah musik tidak haram dan hadits-hadits yang memperbolehkan musik adalah shahih.”

Dan masih banyak lagi pendapat-pendapat aneh Hizbut Tahrir lainnya (Lihat al-Jama’at al-Islamiyyah hlm. 345-348).

PENUTUP

Inilah sedikit yang bisa kami paparkan tentang penyimpangan-penyimpangan Hizbut Tahrir, sebetulnya masih banyak hal-hal lain yang belum kami cantumkan karena keterbatasan tempat, semoga yang kami paparkan di atas bisa menjadikan kewaspadaan kepada kita semua tentang bahaya kelompok ini, dan sekaligus menyadarkan saudara-saudara kami yang hingga saat ini masih terperdaya dengan kelompok ini serta membuka mata mereka tentang jati diri kelompok ini. Semoga Allah selalu menunjukkan kita kepada jalan yang lurus, yaitu jalannya para nabi, para shiddiqin, syuhada, dan shalihin.
=================================================
[1] Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya 2/503-504 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Silsilah ash-Shahihah 203, 204, dan 1492).

[2] “Hizbut Tahrir Mu’tazilah judud” dari Majalah Salafiyyah, Riyadh, Edisi Kedua, tahun 1417 H, hlm. 17-32.

[3] Taqiyuddin an-Nabhani di dalam kitabnya Syakhshiyyah Islamiyyah memuji Amr bin Ubaid ini dan mengatakan bahwa dia tidak memiliki penyelewengan sama sekali dalam aqidah.

[4] Lihat bahasan “Kedudukan Akal di Dalam Islam” di dalam Majalah Al-Furqon IV/4 rubrik Manhaj.

[5] Al-Hadits Hujjatun Binafsihi fil ‘Aqaid wal Ahkam hlm. 59. untuk pembahasan lebih rinci dalam masalah ini silakan melihat bahasan “Hadits Ahad dalam Sorotan” didalam Majalah Al Furqon VIII/Edisi Khusus rubrik Manhaj.

[6] Mihhajus Sunnah 3/395 dan untuk bahasan yang lebih rinci tentang masalah ini silahkan melihat bahasan “Renungan Bagi Para Pemberontak” di dalam Majalah AL FURQON V/6 rubrik Manhaj

[7] Diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam Sunan-nya 2/312 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah di dalam Irwaul Ghalil 5/33 no. 1208.

[8] Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya 3/448, Abu Dawud dalam Sunan-nya 2635, dan Tirmidzi dalam Jami-nya 1545, dan dilemahkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Dha’if Sunan Abu Dawud hlm. 202.

[9] Majmu Fatawa 18/282 dan untuk bahasan yang lebih rinci tentang masalah ini silakan melihat bahasan “Darul Islam dan Darul Kufur” di dalam Majalah Al-Furqon IV/9 Rubrik Manhaj.

[10] Lihat kitab Manhajul Anbiya’ fid Da’wah ila Allah oleh Syaikh al-Allamah Dr. Rabi’bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

Friday, 11 March 2016

KAJIAN FIKIH PRAKTIS (002) BAB TENTANG NAJIS

✅ DEFINISI NAJIS

          Najis adalah segala sesuatu yang dianggap kotor secara syar'i, dimana seorang muslim harus bersih darinya dan mencucinya jika suatu yang najis itu mengenainya.

✅ HUKUM ASAL SEGALA SESUATU ITU ADALAH MUBAH DAN SUCI

         Segala sesuatu yang ada di muka bumi ini pada dasarnya adalah mubah dan tidak najis, maka siapapun yang mengatakan benda tertentu adalah najis, ia harus mendatangkan dalil, jika terbukti tidak ada dalil yang menunjukkan kenajisannya maka harus dikembalikan kepada hukum asal.

✅ BENDA-BENDA NAJIS SESUAI DENGAN DALIL SYAR'I

1⃣2⃣ Tinja dan air seni manusia
Dalil ;
" jika salah seorang diantara kalian menginjak dengan sandalnya sesuatu yang najis (tinja manusia) maka tanah berikutnya mensucikannya. (HR. Abu Daud, sanad shahih)

         Secara umum hadits-hadits tentang perintah istinja' juga menunjukkan akan najisnya tinja manusia.

           Adapun najisnya air seni ditunjukkan oleh hadits yang mengisahkan orang badui yang kencing dipojokan masjid. Setelah usai, Rasullah meminta diambilkan seember air untuk menyiram air kencingnya. (HR. Bukhari dan Muslim)

3⃣ Madzi dan Wadi

💧 Madzi adalah air yang keluar dari kemaluan, air ini
bening dan lengket. Cairan ini keluar dari kemaluan disebabkan syahwat yang muncul ketika seseorang memikirkan atau membayangkan jima’ atau ketika pasutri melakukan "foreplay". Air madzi keluar dengan tidak memancar, bahkan terkadang seorang tidak merasakan keluarnya.
Keluarnya air ini tidak menyebabkan seseorang
menjadi lemas (tidak seperti keluarnya air mani, yang pada umumnya menyebabkan tubuh lemas). Air madzi dapat terjadi pada laki-laki dan
wanita, meskipun pada umumnya lebih banyak
terjadi pada wanita.

         Para ulama sepakat mengatakan bahwa air madzi adalah najis, sebagaimana dikuatkan dalam hadits Ali bin Abi Thalib ketika beliau bertanga tentang madzi, Rasullah shallallahu alaihi wassalam bersabda ; "Hendaknya ia mencuci kemaluannya dan berwudhu." (HR. Bukhari Muslim)

💧Adapun wadi adalah cairan bening agak kental yang keluar setelah kencing.

         Para ulama juga sepakat akan kenajisannya, sebagaimana disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas;
"Adapun madzi dan mani maka cucilah kemaluanmu lalu berwudhulah sebagaimana wudhu untuk shalat." (HR. Al Baihaqi, dishahihkan oleh Syeikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud)

4⃣ Darah Haidh

Dalil;
Hadits Asma bintu Abi Bakr ketika beliau betanya Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang darah haidh yang mengenai pakaian. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menjawab; " “Keriklah darah itu terlebih dahulu, kucek dengan air, lalu bilaslah. Setelah
itu (kamu boleh) memakainya untuk shalat.” (HR. Al-Bukhari Muslim)

5⃣ Kotoran binatang yang dagingnya haram dimakan.

Dalil;
Hadits Ibnu Mas'ud, Ketika Nabi shallallahu alaihi wassalam hendak buang hajat, beliau berkata; "Bawakanlah untukku tiga batu!", akupun menemukan 2 batu dan kotoran keledai (yang sudah kering), lantas Beliu mengambil 2 batu itu dan membuang kotoran keledai, seraya mengatakan, "kotoran keledai itu najis". (HR. Bukhari).

Hadits ini menunjukkan bahwa kotoran dari hewan yang dagingnya tidak boleh dimakan adalah termasuk benda najis.

Wallahu ta'ala a'lam bis shawab.

BERSAMBUNG ....

📝 Khoiri Assalaky
🕌Al Irsyad Tengaran, Sabtu 12 maret 2016.
📚
- Al Wajiz fi Fiqhis Sunnah wal Kitabil 'Aziz.
- Shahih Fiqhus Sunnah waadillatuhu wa Taudhihu Mazahibi Aimmah.

KEUTAMAAN MENDOAKAN sesama MUSLIM Tanpa Sepengetahuannya

Entah dalam keadaan baik atau buruk, senang atau sedih mendoakan orang lain akan membawakan kebaikan serupa bagi yang mendoakan.

🏹Ternyata mendoakan orang lain diam-diam memiliki banyak keutamaan. Bahkan jauh sebelum masa Rasulullah SAW, mendoakan orang lain secara diam-diam telah dicontohkan pula oleh Nabi-Nabi dan Rasul Allah SWT terdahulu.

Allah Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإِيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِينَ آمَنُو

📖
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Hasyr: 10)

Allah SWT berfirman tentang doa Ibrahim AS :

  رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

📖
“Wahai Rabb kami, beri ampunilah aku dan kedua ibu bapaku dan semua orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (QS. Ibrahim: 41)

Allah SWT juga berfirman tentang Nuh AS bahwa beliau berdoa:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

📖
“Wahai Rabbku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke dalam rumahku dalam keadaan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan.” (QS. Nuh: 28)

Dan juga tentang Nabi Muhammad SAW dimana beliau diperintahkan dengan ayat:

وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَات

📖
“Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad: 19)

Dari Abu Ad-Darda’  dia berkata: Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”(HR. Muslim no. 4912)

Dalam riwayat lain dengan lafazh:

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui olehnya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, “Aamiin dan yang mendoakan juga akan mendapatkan seperti itu.” 

🏹Mendoakan sesama muslim tanpa sepengatahuan orangnya termasuk dari sunnah hasanah yang telah diamalkan turun-temurun oleh para Nabi AS dan juga orang-orang saleh yang mengikuti mereka.
Mereka senang kalau kaum muslimin mendapatkan kebaikan, sehingga merekapun mendoakan saudaranya di dalam doa mereka tatkala mereka mendoakan diri mereka sendiri.
Dan ini di antara sebab terbesar tersebarnya kasih sayang dan kecintaan di antara kaum muslimin, serta menunjukkan kesempuraan iman mereka.

Rasulullah SAW bersabda,
“Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

🎯 Allah SWT dan Rasul-Nya memotifasi kaum muslimin untuk senantiasa mendoakan saudaranya, sampai-sampai Allah SWT mengutus malaikat yang khusus bertugas untuk meng’aamiin’kan setiap doa seorang muslim untuk saudaranya dan sebagai balasannya malaikat itupun diperintahkan oleh Allah SWT untuk mendoakan orang yang berdoa tersebut.

Berhubung doa malaikat adalah mustajabah, maka kita bisa menyatakan bahwa mendoakan sesama muslim tanpa sepengetahuannya termasuk dari doa-doa mustajabah.
Karenanya jika dia mendoakan untuk saudaranya -dan tentu saja doa yang sama akan kembali kepadanya- maka potensi dikabulkannya akan lebih besar dibandingkan dia mendoakan untuk dirinya sendiri.

🎯Hanya saja satu batasan yang disebutkan dalam hadits -agar malaikat meng’aamiin’kan- adalah saudara kita itu tidak mengetahui kalau kita sedang mendoakan kebaikan untuknya. Jika dia mengetahui bahwa dirinya didoakan maka lahiriah hadits menunjukkan malaikat tidak meng’aamiin’kan, walaupun tetap saja orang yang berdoa mendapatkan keutamaan karena telah mendoakan saudaranya. Hanya saja kita mendoakannya tanpa sepengetahuannya lebih menjaga keikhlasan dan lebih berpengaruh dalam kasih sayang dan kecintaan.

🎯Sebagai tambahan adab-adab berdoa dari dalil-dalil di atas:

1⃣.Jika mendoakan orang lain maka hendaknya dimulai dengan mendoakan diri sendiri.

Dari Ubay bin Ka’ab -radhiallahu anhu- dia berkata,
“Jika Rasulullah SAW menyebut seseorang lalu mendoakannya, maka beliau mulai dengan mendoakan diri beliau sendiri.”(HR. At-Tirmizi: 5/463)

2⃣. Mendoakan kedua orang tuanya ketika kita berdoa untuk diri sendiri.

Allah SWT berfirman,
📖
 “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Isra`: 24)

3⃣Mendoakan kaum mukminin dan mukminat tatkala mendoakan dirinya sendiri.

Allah Ta’ala berfirman, 
📖
“Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad: 19)

🎯Keimanan seorang muslim kepada Allah SWT ternyata dapat diukur dari rasa kasih sayang terhadap saudara muslimnya yang lain. Salah satu wujud kasih sayang terhadap orang lain adalah dengan mendoakan kebaikan bagi orang lain. Entah dalam keadaan baik atau buruk, senang atau sedih mendoakan orang lain akan membawakan kebaikan serupa bagi yang mendoakan.

🎯Sungguhlah luar biasa Islam itu. Bahkan ketika mendoakan orang lain pun, kita mendapatkan apa yang sama dengan doa untuk orang lain tersebut. Apalagi tanpa sepengetahuan orang yang kita doakan itu.

🎯Hanya saja kita mendoakannya tanpa sepengetahuannya lebih menjaga keikhlasan dan lebih berpengaruh dalam kasih sayang dan kecintaan.
Jadi, sudahkah kita doakan saudara kita..?

Wallahu a'lam bishawab

Wednesday, 9 March 2016

Keajaiban ASI: Kerja Hormon Prolaktin Dan Oksitosin

👶🏼Kebutuhan gizi bayi yang baru lahir sangat berbeda dengan orang dewasa. Karena sistem kekebalan bayi lemah dari orang dewasa, diperlukan dukungan dari luar. Gizi ideal untuk memenuhi semua kebutuhan bayi yang baru lahir adalah ASI. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan ASI jauh lebih sehat dan tubuh mereka terbentuk lebih sempurna.

🎯Keajaiban lain ASI adalah bahwa susu ini mengubah susunannya sesuai dengan perubahan kebutuhan bayi di setiap tahap perkembangannya. Produsen raksasa makanan bayi telah membelanjakan jutaan dolar bagi penelitian yang mencoba menentukan campuran ideal bahan-bahan untuk pertumbuhan sehat bayi. Sejauh ini, mereka belum berhasil menemukan campuran yang sempurna, namun telah mengetahui bahwa khusus diperlukan untuk memenuhi kebutuhan bayi di setiap tahap perkembangannya.
Di dalam laboratorium-laboratorium yang dilengkapi dengan teknologi termutakhir, banyak upaya telah dilakukan untuk menghasilkan makanan bayi buatan yang mirip dengan susu ibu, namun belum ada gizi buatan dikembangkan untuk menggantikannya.

🎯Inilah keajaiban yang sesungguhnya. Beberapa sel dalam payudara ibu menghitung semua kebutuhan bayi yang baru lahir dari luar; yaitu, kebutuhan yang belum pernah dilihat atau ditemuinya.
Kemudian menghasilkan apa yang belum pernah berhasil dibuat oleh para ilmuwan di laboratorium — ASI dengan campuran gizi yang sempurna. Namun, sel-sel yang membentuk kelenjar susu dalam payudara ibu, sebagaimana sel-sel lainnya, tidak sadar, tanpa kecerdasan, tetapi mampu memperkirakan rumus yang dibutuhkan untuk menghasilkannya.

❓Bagaimanakah produksi ASI dimulai dan dikendalikan ❓

Sejumlah keajaiban penciptaan tersembunyi dalam jawaban atas pertanyaan ini. Dalam produksi susu, sistem hormonal dan sistem syaraf bekerja bersama dan produksi terjadi setelah perencanaan yang berdasarkan pertukaran informasi

🌀Hormon yang mengaktifkan kelenjar susu dalam payudara ibu, sebagaimana dikemukakan, adalah hormon prolaktin yang dilepaskan oleh kelenjar pituitari. Pada masa-masa awal kehamilan, faktor-faktor tertentu menekan pelepasan prolaktin.
Faktor-faktor itu seperti kaki yang menekan rem sebuah mobil yang menuruni bukit. Mobil cenderung menuruni bukit, namun saat remnya diinjak, mobil tak dapat bergerak.
Produksi susu dalam tubuh ibu terhenti.
Menghentikan produksi prolaktin sangat penting, sebab saat bayi belum lahir, produksi susu ibu tak dibutuhkan.

❓Bagaimanakah rem ini bekerja, dan bagaimana pelepasan dicegah di awal? Inilah keajaiban rancangan yang sesungguhnya.

➡Hipotalamus dalam otak melepaskan sebuah hormon yang mencegah produksi prolaktin. Hormon ini, dikenal sebagai PIH (Prolactin Inhibiting Hormon — hormon penekan prolaktin), memperlambat produksi prolaktin atau, dengan kata lain, menjadi rem.

❓Siapakah yang memutuskan untuk menggunakan rem.. ?

➡Estrogen, sebuah hormon yang dihasilkan semasa kehamilan, memastikan bahwa rem digunakan dengan memproduksi PIH. Saat bayi dilahirkan, jumlah estrogen yang dilepaskan berkurang, yang berarti juga mengurangi jumlah PIH.
Ini bagaikan kaki yang perlahan-lahan melepaskan rem dan lalu mobil bergerak menuruni bukit. Dengan cara ini, produksi prolaktin perlahan-lahan dimulai dan mengaktifkan kelenjar susu untuk menghasilkan susu.

Di sinilah kita melihat keajaiban penciptaan yang sesungguhnya.
Karena mekanisme seperti inilah, produksi susu dicegah di bulan-bulan pertama kehamilan.

Pikirkan secara seksama keseluruhan sistem ini:

❓ Dari mana sel-sel kelenjar pituitari yang menghasilkan prolaktin mengetahui tentang kelenjar susu dan dengan kecerdasan sadar apa sel-sel dapat memberikan perintah kepada sel-sel penghasil susu agar membuat susu..?

❓ Bagaimanakah hormon-hormon yang mencegah produksi prolaktin sebelum persalinan mengetahui bahwa saatnya belum tiba untuk menghasilkan susu..?

❓ Bagaimanakah hormon-hormon ini mengetahui bahwa prolaktin menyebabkan produksi susu dan bahwa, untuk mencegah produksi susu, produksi prolaktin harus ditekan...?

Dan juga, sebuah sistem lain merangsang produksi ASI pada saat yang tepat; sistem ini menjadi bukti yang memperlihatkan bagaimana tubuh manusia diciptakan dengan sengaja.

👶🏼Saat bayi mengisap susu, sel-sel syaraf di payudara ibu mengirim rangsangan syaraf ke hipotalamus. Rangsangan ini mempengaruhi dan memastikan hipotalamus agar membuang rem bagi prolaktin. Lewat cara ini, produksi prolaktin meningkat dan kelenjar susu dirangsang agar menghasilkan susu

🌀Sejak persalinan, reseptor tertentu dirancang di payudara ibu untuk mengenali refleks isapan bayi. Indra reseptor ini terhubung lewat jalur-jalur neuron — mirip kabel-kabel listrik di sebuah bangunan — ke organ lain yang jauh, yaitu, daerah hipotalamus di dalam otak. Jadi, sebuah sistem khusus telah diciptakan untuk mengabari hipotalamus bahwa refleks isapan bayi telah bekerja. Namun, dari tak terhitung kemungkinan di dalam tubuh manusia yang terdiri dari daging dan tulang, isyarat-isyarat syaraf ini bergerak ke arah yang tepat. Isyarat-isyarat tak terhubung secara kebetulan ke pusat penglihatan di otak, lambung, atau usus; isyarat-isyarat ini terhubung ke tempat yang benar-benar tepat: hipotalamus.

👉🏽Saat bayi mengisap, sejumlah sel syaraf di payudara ibu mengirimkan pesan ke hipotalamus.
👉🏽Ketika menerima pesan itu, hipotalamus melepas ‘rem’ penahan prolaktin
👉🏽Untuk mulai menghasilkan ASI, prolaktin yang dihasilkan kelenjar pituitari merangsang kelenjar-kelenjar susu di payudara ibu.

🎯Saat menerima isyarat-isyarat listrik itu, sel-sel hipotalamus memulai pekerjaan yang dibutuhkan demi menghasilkan ASI.
Namun, sel-sel ini tak berkecerdasan atau kesadaran sendiri. Sel-sel ini tak mungkin mengetahui bahwa isyarat-isyarat itu datang dari payudara ibu atau bahwa sel-sel ini telah dikabari tentang refleks isapan bayi dan, ASI harus dilepaskan,  sel-sel ini tak mungkin mengetahui bahwa sebuah fungsi penting dalam produksi ASI telah diserahkan kepadanya, atau bahwa sel-sel ini harus meningkatkan produksi prolaktin untuk mengaktifkan kelenjar susu.

❓Jadi, apakah yang menyebabkan sel-sel ini terlibat kegiatan tak sadar ini..?

❓Siapakah yang meletakkan reseptor dalam payudara ibu..?

❓Siapakah yang menyediakan kabel untuk membawa isyarat-isyarat yang dikirim oleh reseptor-reseptor itu..?

❓Siapakah yang melekatkan ujung-ujung kabel itu ke hipotalamus..?

❓Siapakah yang mengajari sel-sel hipotalamus agar merangsang kelenjar pituitari saat isyarat-isyarat tersebut datang..?

❓Siapakah yang menuliskan rumus untuk mengaktifkan kelenjar susu di dalam sel-sel penyusun kelenjar pituitari..?

❓Siapakah yang menciptakan sistem peredaran untuk memastikan bahwa hormon ini mencapai payudara ibu dari kelenjar pituitari di dalam otak...?

❓Siapakah yang menciptakan sel-sel payudara sedemikian sehingga bekerja saat hormon tiba...?

❓Siapakah yang mengajarkan sel-sel payudara rumus unik ASI, sebuah rumus yang bahkan para ilmuwan belum dapat menirunya...?

➡Hanya ada satu jawaban untuk semua pertanyaan ini: Allah SWT Yang Maha Besar, Tuhan semesta alam.

🎯Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, orang mampu mempelajari tubuh manusia dengan lebih teliti. Kemampuan ini mengungkapkan derajat kecerdasan dan perencanaan yang digunakan dalam penciptaan tubuh manusia dan mengungkapkan kehebatan penciptaan Allah.

🏹Bagi yang menolak keberadaan Allah SWT, sebagaimana biasa, ada sebuah khayalan yang mereka gunakan sebagai naungan — waktu dan kebetulan.

Mereka ini hanya menerima kebetulan dan hasil kerja hukum alam sebagai asal-muasal rencana dan keindahan yang ditampilkan oleh makhluk hidup dan alam semesta secara keseluruhan. Namun, apa yang telah kita jelaskan di atas secara sepintas tentang ASI cukup untuk memperlihatkan betapa tanpa maknanya pernyataan tersebut.

Secara ilmiah, tak mungkin satu saja dari ribuan unsur berbeda dalam sistem ini, misalnya, payudara, kelenjar pituitari, seutas syaraf, atau sebuah sel di hipotalamus, atau bahkan sebuah hormon, dapat terbentuk lewat evolusi. Sangat penting bahwa setiap unsur dalam sistem ini, bersama dengan sistem-sistem pendukung yang dibutuhkan demi memastikan manusia bertahan hidup (misalnya, sistem peredaran dan pernapasan), terbentuk sekaligus dan di tempat unsur itu dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya yang khusus. Hanya satu penjelasan yang mungkin: sistem ini diciptakan oleh Allah SWT.

🏹Bukti lain penciptaan dalam keajaiban ASI adalah hormon oksitosin.

Sebelumnya, telah dijelaskan mekanisme sempurna dalam produksi susu ibu. Tetapi, ada satu masalah: produksi susu oleh kelenjar susu saja belum cukup.
Dengan kekuatannya sendiri, bayi tak dapat mengisap susu dari puting semudah minum dari botol, susu harus bergerak dari kelenjar susu ke puting. Jika tidak, sistem yang telah kami jelaskan sejauh ini tak akan berguna,  susu ibu dari kelenjar susu tidak akan mencapai puting dan bayi yang baru lahir tak akan mendapatkan makanan apapun. Maka, bagaimana mungkin susu dapat mencapai puting dan bayi...?

➡Manusia, yang tak terhitung jumlahnya sepanjang sejarah, yang telah disusui dengan ASI — termasuk diri kita —berutang budi pada hormon oksitosin.

🎯Hormon ini memastikan terjadinya kerutan otot di sekitar saluran susu, menggerakkan susu dari kelenjar susu ke puting yang mudah dicapai oleh bayi saat disusui.

❓Nah, bagaimanakah sel-sel yang menghasilkan hormon oksitosin mengetahui bahwa susu harus mencapai puting ibu sebelum dapat diisap, dan bahwa jika tidak demikian, bayi tak akan mendapat makanan...?
Bahkan seandainya mengetahui hal ini, bagaimana sel-sel itu mengetahui cara tepat untuk membuat sel-sel dalam saluran susu mengerut...?

Inilah pertanyaan-pertanyaan yang harus diajukan oleh siapa pun yang ingin mengetahui lebih banyak kehebatan sistem ini. Kecerdasan sadar yang ditunjukkan oleh setiap sel di dalam tubuh manusia menjadi saksi ilmu abadi Allah SWT yang menciptakan segenap sel dari ketiadaan.

Di dalam Al Qur'an, Allah SWT mengungkapkan bahwa Dia Sendirilah yang memerintah segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi.

يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

📖
"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu"  (QS As-Sajdah, 32: 5)

Wallahu a'lam bishawab

📚Sumber: Ensiklopedia Mukjizat Ilmiah Al Qur'an oleh Harun Yahya.

Wednesday, 2 March 2016

DAHSYATNYA SURAT AL- IKHLAS


Assalamu`akaikum
Warahmatullahi
Wabarakaatuh.

{ Sempatkanlah sebentar untuk membaca tulisan ini }

Rasulullah Muhammad SAW pada suatu ketika bersabda :
”Demi Allah yang jiwaku di GenggamanNYA,sesungguhnya :

QUL HUWALLAHU AHAD itu tertulis di sayap Malaikat
Jibril.

ALLAHHUS SOMAD itu tertulis disayap Malaikat Mikail.

LAMYALID WALAM YUULAD tertulis
pada, sayap Malaikat Izra'il ,

WALAM YAKULLAHU KUFUWAN AHAD tertulis pada sayap Malaikat Israfil "

Berkata Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
Ketika saya {Rasulullah SAW} Isra’ ke langit, saya melihat Arasy di atas 360,000 pilar dan jarak jauh
antara satu pilar ke satu pilar yang lain ialah 300,000 tahun perjalanan. Pada tiap-tiap pilar
itu terdapat padang pasir yang jumlahnya 12,000 dan luasnya setiap satu padang itu seluas dari Timur
hingga ke Barat.
Pada setiap padang itu terdapat 80,000 Malaikat yang mana kesemuanya membaca surat Al-Ikhlas.

Setelah mereka selesai membaca Surah tersebut maka berkata mereka :

”Wahai Tuhan kami, sesungguhnya pahala dari bacaan ini kami berikan kepada orang yang membaca surah
Al-Ikhlas baik lelaki maupun perempuan.”.

Riwayat Anas bin Malik juga merekam kisah berkaitan surat Al-Ikhlas. Suatu ketika 70.000 Malaikat
diutus datang kepada seorang sahabat di Madinah yang meninggal.

Kedatangan para Malaikat itu hingga meredupkan cahaya matahari. 70.000 Malaikat itu diutus hanya
karena almarhum sering membaca surat ini. Anas bin Malik yang saat itu bersama Nabi Muhammad SAW di
Tabuk merasakan cahaya matahari redup tidak seperti biasanya dan Malaikat Jibril datang kepada
Nabi untuk memberitakan kejadian yang sedang terjadi di Madinah.

Rasulullah S.A.W bersabda :
Barangsiapa membaca surah Al-Ikhlas sewaktu sakit sehingga dia meninggal dunia, maka tubuhnya tidak akan
membusuk didalam kuburnya, akan selamat dia dari kesempitan kuburnya dan para Malaikat akan
membawanya dengan sayap mereka melintasi Titian Siratul Mustaqim lalu menuju ke Surga. (HR Qurthuby).

SUBHANALLAH..........
Jika Anda men- Share ini kepada 1 orang artinya Anda sudah menyebarkan 10 kebaikan di Akhirat.

Ya Allah, jadikanlah kami yang mengucapkan "SUBHANALLAH"
menjadi manusia sehat,bermanfaat
dan wafat dalam keadaan HUSNUL KHATIMAH
Aamiin ya Rabbal'alamiin😂

Wassalamu`alaikum
Warahmatullahi
Wabarakaatuh.

Saturday, 20 February 2016

PANDANGAN ISLAM TENTANG BANCI

Oleh Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman
Bagian 1

ISLAM adalah agama yang selalu memperhatikan kebaikan para hambanya. Tidak ada satu permasalahan pun yang berhubungan dengan manusia kecuali Islam telah memberikan solusi dan jalan keluarnya. Diantara permasalahan yang dialami oleh segelintir manusia adalah sifat banci atau laki-laki yang ada kecendrungan untuk mengikuti kaum wanita. Atau sebaliknya wanita yang memiliki sifat kelaki-lakian atau tomboy. Bagaimana pandangan Islam terhadap masalah ini? Temui jawabannya dalam lembaran berikut ini. Allohul Muwaffiq.

👠 Definisi Banci

Banci dalam bahasa arab disebut dengan Mukhonnats. Asal kata ini menunjukkan arti sesuatu yang patah, gemulai dan lembut. Sedangkan secara istilah, mukhonnats adalah laki-laki yang menyerupai wanita dalam hal jalannya, cara bicaranya, gemulai dan kelembutannya.

🌹 Banci Menurut Ulama Ahli Fikih

Siapakah sebenarnya yang disebut mukhonnats menurut para ahli ilmu? Berikut ini kami nukilkan ucapan para ulama madzhab dalam masalah ini;

🔸1.Madzhab Hanafi
Mukhonnats menurut kami adalah bila itu muncul karena dibuat-buat, meniru kaum wanita maka dia hukumnya seperti laki-laki, bahkan orang yang seperti ini termasuk orang fasik, hendaknya dijauhkan dari kaum wanita. Adapun orang yang dilahirkan dalam keadaan anggota badannya gemulai, ucapannya lembut dan dia tidak berhasrat kepada wanita juga tidak berbuat meniru-nitu gaya wanita, maka sebagian ulama kami memberi keringanan agar orang seperti ini dibiarkan bersama wanita.

🔸2.Madzhab Maliki
Bukanlah mukhonnats itu yang dikenal dengan perbuatan fasiknya, tapi mukhonnats itu adalah orang yang sangat mirip dengan perempuan karena bawaan lahir, hingga dia seperti perempuan dalam kelembutannya, berbicaranya dan pandangannya. Apabila sifatnya seperti ini dan dia tidak punya hasrat kepada kaum wanita, akalnya lemah, tidak peduli dengan urusan manusia maka dia termasuk golongan orang-orang yang tidak punya syahwat dan hasrat, maka dibolehkan untuk masuk menemui wanita.

🔸3.Madzhab Syafi’i
Mukhonnats adalah orang yang berperangai seperti wanita dalam gerakan dan keadaannya. Apabila hal itu bawaan dari lahir maka tidak berdosa.

🔸4.Madzhab Hanbali
Mukhonnats yang tidak punya syahwat hukumnya seperti hukum mahram dalam hal bolehnya melihat. Bila mukhonnats tersebut punya syahwat dan dia paham tentang perkara wanita maka hukumnya seperti orang lain.

🍂  Macam-macam Banci

Setelah kita memahami penjelasan para ulama tentang banci, maka bisa kita simpulkan bahwa banci ada dua macam;

🚦Banci bawaan lahir

Yaitu orang laki-laki yang ucapannya lembut, dan gerakan tubuhnya gemulai dan kemayu. Dia tidak dikenal dengan perbuatan jelek, maka orang yang seperti ini bukan orang yang fasik, tidak terkena laknat dan celaan yang ada dalam hadits-hadits Nabi.

🚦 Banci yang dibuat-buat

Yaitu laki-laki yang meniru-niru gaya perempuan dan membuat-buatnya. Dari ucapan yang dibuat-buat lembut, gerak badan yang dibuat gemulai, kemayu yang semua ini dilakukan dengan sengaja, atau sebaliknya wanita yang meniru gaya laki-laki (tomboy), maka keduanya  termasuk perbuatan tercela, termasuk maksiat, orang yang melakukannya berdosa dan fasik.

🍂 Faedah :
Bagaimana hukumnya dengan orang yang terlahir dalam keadaan memiliki kelamin ganda atau kelamin yang tidak jelas?

Dalam istilah ulama dikenal dengan bahasa Khuntsa Musykil. Orang yang seperti ini, jika memiliki kelamin ganda akan lebih mudah, karena ulama sepakat seseorang tidak mungkin jadi laki-laki atau perempuan secara bersamaan.

🔸Imam Ibnu Qudamah berkata: “Jika Khuntsa Musykil berkata; saya laki-laki, maka jangan dilarang untuk menikahi wanita, dia tidak boleh menikah kecuali dengan wanita. Demikian juga jika Khuntsa Musykil berkata; saya wanita, maka tidak boleh menikah kecuali dengan laki-laki. Khuntsa itu adalah orang yang di bagian depan tubuhnya memiliki kelamin ganda; kelamin laki-laki dan kelamin wanita, orang yang seperti ini pasti dia laki-laki atau wanita (tidak mungkin dua-duanya), tidak mungkin ada jenis yang ketiga. Dan Khuntsa itu ada yang musykil dan ada yang tidak musykil. Yang tidak musykil adalah orang yang punya kelamin ganda akan tetapi nampak padanya tanda-tanda laki-laki, maka dia laki-laki dan berlaku padanya hukum-hukum untuk laki-laki. Atau orang yang berkelamin ganda ini kelihatan tanda-tanda wanita, maka dia dihukumi wanita dan berlaku padanya hukum-hukum wanita. Jika Khuntsa ini musykil (bermasalah) tidak nampak tanda dan alamat dia laki-laki atau wanita, maka para sahabat kami berselisih tentang nikahnya”.

Wallohu'alam bis showab
Semoga yang sedikit ini bermanfaat

Repost oleh admin

💻 www.kajiantemanggung.com
📚 channel telegram https://goo.gl/foFM5Z
📦 Sunduq Dakwah BRI  0842-01-029843-53-2 (an. SUKAEMI)
👥 WA & Telegram Kajian Kadang Temanggung (0812 1015 2298)

Friday, 19 February 2016

TERNYATA HANYA BABI YANG MENYUKAI SESAMA JENIS..... ‼

✖Melihatnya saja sangat menjijikkan! Maka sungguh HINA jika MANUSIA juga melakukannya ....‼

✌Pastikan # BAGIKAN status ini setelah sahabat dakwah membaca tulisan yang kami terbitkan ini...🆗

▶Babi adalah binatang yang bagi agama Islam diharamkan untuk memakannya, karena hal itu tertuang dalam kitab suci Al-Qur’an, yang artinya :

“Bahwasanya Alloh telah mengharamkan atas kamu bangkai, darah, daging babi,” (Q.S. Al-Baqarah 2:173)

❓Tentunya ada yang bertanya-tanya, mengapa babi diharamkan?

❓❓Bukankah semua ciptaan Allah itu baik dan ada manfaatnya? Lagipula daging babi rasanya sangat lezat, bahkan ada yang mengatakan daging babi adalah daging paling lezat.

▶Biasanya jawabannya adalah seputar kesehatan

▶Babi adalah binatang kotor yang pola hidupnya juga kotor, dan hampir semua orang sudah tahu tentang hal itu.

▶Jawaban tentang bahaya kesehatan yang ditimbulkan ketika makan daging babi tentu masih bisa membuat ragu bagi sebagian orang, terlebih dizaman modern dimana proses sterilisasi bisa dilakukan dengan mesin canggih.

Hingga ada sebuah dialog yang mempertanyakan hal tersebut.

▶Seorang pria non muslim asal Prancis yang juga penikmat babi bertanya kepada seorang ulama:

⏫“Umat Islam mengatakan bahwa babi haram, karena ia memakan kotoran dan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, proses sterilisasi yang mencukupi.

🔼Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya? Ditambah lagi dimasak dengan suhu tinggi sehingga bila masih terdapat cacing pada daging babi dipastikan bisa mati”.

▶Dalam menjawab pertanyaan yang diajukan orang Prancis ini, seorang ulama dari Arab menjawabnya dengan meminta agar si penanya menyediakan:

1⃣3 ekor ayam terdiri dari 2 jantan dan 1 betina
3 ekor babi terdiri dari 2 jantan dan 1 betina

▶Lalu kemudian, 3 ekor ayam itu dimasukkan dalam 1 ruang kandang. Coba tebak apa yang terjadi?

💪Ayam jantan dan ayam jantan lainnya saling berkelahi dengan jantan memperebutkan si betina untuk dikawini, ayam jantan yang keluar sebagai pemenang berhak mengawini si betina.👍

▶Hal semacam itu sering juga kita lihat di kampung-kampung yang penduduknya memelihara ayam. Sering didapati ayam jantan berusaha saling adu kekuatan untuk memperebutkan betina untuk dikawini.

2⃣Lalu sang ustadz juga meminta agar 3 ekor babi yang sudah disediakan agar dimasukkan dalam 1 ruang kandang. Dan apakah yang terjadi?

▶Kedua pejantan babi itu malah saling bantu dalam menyetubuhi 1 babi betina, kedua jantan itu saling bantu satu sama lain. Bahkan terkadang, jantan sesama jantan bersetubuh melalui anusnya.

Dan yang lebih mengherankan lagi, ternyata anak babi yang sudah berumur cukup dewasa itu menyetubuhi betina yang ternyata ialah ibu kandungnya sendiri.

▶Dari sini, ustadz itu menjelaskan bahwa meski babi dianggap steril, tetap saja kelakuannya itu yang akan membawa dampak buruk pada si pemakan.

⏫Sang ustadz mengatakan:

“Karena itulah kalian pemakan daging babi sangat mudah terjangkiti penyakit seks bebas, anak dibawa orang lain tak dikenal, istri dipeluk cium orang lain tapi tidak marah, selingkuh asal suka sama suka sudah merupakan hal biasa, tak jarang diantara kalian melegalkan pernikahan sesama jenis, ini sudah seperti tingkah kaum nabi Luth yang di azab!”.

▶Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya.

▶Ia memakan sampah, busuk-busukan, dan kotoran hewan. Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan.

▶Sehingga bagi umat Islam, manusia sebagai makhluk paling sempurna tentu sangat merasa terhina jika harus memakan daging binatang yang kotor jasad dan perilakunya.

♻Dari segi ilmiah pun diperoleh kenyataan bahwa babi tetap saja tidak steril karena penyakit babi terdapat pada DNA-nya hingga sebersih apapun perawatan dan kandangnya maka tetap saja penyakit babi tetap ada dan tak dapat dihilangkan....‼

☝Satu lagi yang perlu diperhatikan bahwa DNA babi sangat mirip sekali dengan DNA manusia.

▶Bahkan seorang penjahat kanibal di Jerman yang tertangkap kemudian ditanya: “Seperti apa rasanya daging manusia? Dia menjawab: Seperti daging babi”.

▶Hal lain yang perlu diketahui juga bahwa cacing-cacing bahkan telurnya saja tidak akan mati meski daging babi dimasak dengan suhu 100 derajat celcius. Cacing hanya akan mati jika dimasak dengan suhu yang jauh lebih tinggi, namun suhu yang terlalu tinggi akan merusak daging dan malah daging tersebutlah yang berbahaya bagi manusia meski cacing-cacingnya mati.

▶Sedangkan babi diciptakan tak lebih hanya sebagai pembelajaran bagi manusia.

✌#BAGIKAN SEMOGA BERMANFAAT....

❣Dan para pelaku LGBT disegerakan TAUBATNYA dan kembali pada Ajaran yang benar....Aamiiin

Thursday, 18 February 2016

"SUATU HARI DI MAJELIS IMAM MALIK"

Lebih dari 6 tahun yang lalu, tepatnya pada waktu dhuha tanggal 7 November 2009 M, untuk pertama kalinya diri ini menapakkan kaki di kampus impian penuntut ilmu.

Tak terasa semua berjalan begitu cepat..
Dan kini... Waktuku telah berada dipenghujung senja. Terlalu banyak kenangan di kota ini.

Sebelum matahari benar-benar tenggelam, saya ingin menceritakan kembali sebuah kisah yang sampai saat ini selalu menjadi inspirasi sekaligus pemicu semangat bagi saya selama berada di kota ini. Cerita ini tentang pemuda Andalus yang menyimpan kerinduan mendalam agar bisa belajar di kota nabi.

Yahya bin Yahya Al Laitsi, begitulah orang-orang memanggilnya. Pemuda itu lahir dan dibesarkan di bumi Andalus yang jauh di dataran barat Eropa.
Sejak menapakkan kakinya di jalan ilmu, hatinya telah memendam keinginan untuk melakukan Rihlah (pengembaraan) dalam rangka menuntut ilmu. Rihlah sudah menjadi tradisi penuntut ilmu dimasa itu.

Setelah merasa cukup dengan ilmu yang didapat di negeri asalanya, akhirnya ia bertekad untuk mewujudkan keinginan yang dipendamnya selama ini.
Pilihannya jatuh ke kota Madinah, tempat dimana Imam Malik bin Anas –rahimahullah- tinggal dan mengampuh majelis ilmu.

Andalus dan Madinah memang bukan jarak yang dekat, seperti halnya Madinah dan Indonesia. Ditambah lagi transportasi dimasa itu sangat sulit. Namun tekadnya sudah benar-benar bulat. tatapannya hanya tertuju pada satu arah, Madinah Nabawiyah. Semua itu tentunya berbayar. Karena bagi seorang Yahya, rihlah berarti melupakan sejenak keindahan Andalus dan bersabar menghadapai kenyataan hidup di dataran Hijaz yang tandus. Namun tekad kuat yang disertai keikhlasan telah membuat jarak yang jauh itu terasa dekat, ruang dan waktu seolah sempit, serta keindahan kampung halaman tak lagi berarti.

Setibanya di Madinah, tanpa basa-basi pemuda Andalus itu langsung duduk dimajelis Imam Malik bin Anas, seolah tak ada waktu rehat baginya. Dalam benaknya meninggalkan keluarga, sanak saudara dan kampung halaman bukanlah pengorbanan yang kecil, sehingga terlalu mahal bila harus mengambil rehat sejenak karena letih setelah melakukan perjalanan yang jauh.

Hari-hari di Madinah dilaluinya dengan semangat yang tak kenal kendor, semua itu demi mengurai benang asa yang dirajutnya dulu di tanah air tercinta, bumi Andalus. Hingga suatu hari, saat tengah mendengarkan kajian Imam Malik, tiba-tiba ada serombongan musafir memasuki Madinah.
Imam Ad Dzahabi menuturkan, "Saat itu para musafir datang membawa gajah. Murid-murid Imam Malikpun berhamburan keluar untuk melihat gajah tersebut dari dekat.
Semua beranjak, kecuali Yahya bin Yahya. Ia tetap duduk dan memandang ke satu arah, kemana lagi kalau bukan kearah Imam Malik. Melihat hal itu Imam Malik mendekat dan bertanya, ”mengapa engkau tidak keluar untuk melihat gajah?”. Yahya menjawab,”aku jauh-jauh datang dari Andalusia hanya untuk melihat anda (menuntut ilmu), bukan untuk melihat gajah”. Keteguhan itu membuat Imam Malik berdecak kagum. Sejak peristiwa itu Imam Malik menjulukinya ‘aqilul andalus’ (lelaki berakal dari Andalusia).

Sahabat… Kisah Yahya bin Yahya bukan soal suka atau tidak suka melihat gajah, namun ada pesan lain disana, yaitu tentang sikap yang harus diambil saat seorang penuntut ilmu mulai tergoda oleh hal-hal yang tidak seharusnya membuatnya berpaling sedikitpun dari cita-cita awalnya.

Dalam meraih asa, betapa sering langkah kita terhenti oleh hal-hal yang tidak terlalu penting. Kadang semangat untuk menjadi berarti itu kendor hingga titik nadir lantaran keteledoran yang mulanya sebatas iseng-iseng saja. Iseng-iseng main game, iseng-iseng ngetravel, atau mungkin terbawa mental taswif ‘nanti dulu’, sebentar dulu, hingga akhirnya semangat awal yang telah dipupuk ditanah air perlahan-lahan redup. Ibarat pepatah "layu sebelum berkembang", bukan karena terik dan tandusnya Madinah, namun karena tandusnya jiwa, rapuhnya azam karena gagal menata niat dan motivasi sebelum datang ke kota Madinah ini.

Kawan… Kisah Yahya Al Yahya hanyalah satu dari sekian kisah penuntut ilmu yang pernah singgah di kota ini. Kisah ini mengajak kita untuk selalu terjaga dan sepenuhnya sadar arti kehadiran kita di negeri ini.

Yahya bin Yahya tidak hanya mengajari kita soal uluwul himmah (obsesi yang tinggi), namun dia juga mengajari kita soal kesadaran diri agar terampil menata jiwa dihadapan cita-cita supaya tidak keluar dari tujuan semula.
Bukankah Imam Malik menghentikan pelajaran sejenak dan membiarkan murid-muridnya melihat gajah itu.?
Namun filosofi luhur dibalik pilihan seorang Yahya mencerminkan kecerdasan tentang bagaimana seorang muslim memahami godaan-godaan konsistensi yang membuat raga terhenti mengejar asa.
Begitulah seharusnya kita menata jalan cita-cita selama di negeri ini. Ingat kawan kita tidak punya waktu yang lama. Ilmu lebih banyak dari waktu yang kita miliki.
Kata seorang salaf:

العلم إذا أعطاك كلك لا يعطيك إلا بعضه

Ilmu itu, bila semua potensimu kau curahkan untuk meraihnya dia tidak akan memberimu melainkan setengahnya saja.

Nah Bagaimana kalau kita setengah-setengah…?

Sebagai penuntut ilmu syar'ie menata cita-cita adalah sebuah keharusan. Karena di jalan ilmu inilah hidup seorang penuntut ilmu menjadi berarti.

"Aku datang untuk menuntut ilmu bukan untuk melihat gajah."

Andalus dan Madinah terlampau jauh untuk sekedar melihat gajah,
seperti halnya Madinah dan Indonesia.

Ilustrasi: Salah Satu Sudut Universitas Islam Madinah
___________________
Riyadh 28 shafar 1436 H
Repost 09-05-1437 H
ACT El Gharantaly


Repost 8 jumadal awal 1437

💻 www.kajiantemanggung.com
📚 Channel Telegram https://goo.gl/foFM5Z
👥 WA & TG Kajian Kadang Temanggung (+6281210152298)
📦 Sunduq Dakwah BRI  0842-01-029843-53-2 (an. SUKAEMI)

KESALAHAN FATAL - TAK BENAR MEMBACA ALFATIHAH


BENAR.
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan Nama ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

SALAH
بسم الله الرهمن الرهيم
Dengan Nama ALLAH Maha Menurunkan penyakit melalui hujan gerimis yg berkepanjangan.

Jangan menyamakan hح dengan Hه

BENAR
الحمد لله رب العالمين
Segala Puji hanya untuk ALLAH  Tuhan Pemelihara Alam semesta.

SALAH
الهمد لله رب الآلمين
Segala diam, pasif dan mati untuk ALLAH Tuhan Pemelihara segala penyakit.

Jangan menyamakan ع dengan ؤ ئ أ

BENAR.
الرحمن الرحيم
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

SALAH
الرهمن الرهيم
Maha Menurunkan penyakit melalui hujan gerimis yg berkepanjangan.

BENAR
مالك يوم الدين
Yang Menguasai hari pembalasan.

SALAH
مالكي يوم الدين
Yang Menguasaiku / Yang menjadi Tuhanku adalah hari pembalasan. (bukan ALLAH tuhanku).
nb : memberi spasi di MALIKI ,-, YAUMIDDIN  saat membaca ayat ini adalah sama dengan memanjangkan bacaaan مالك menjadi مالكي.

BENAR
إيّاك نعبد و إيّاك نستعين
Hanya kepadaMu kami menyembah, dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan.

SALAH

إيياكا نأبد و إيياكا نستئين
Kami lebih abadi dari Engkau, dan kami minta perpanjangan waktu.

Jangan memanjangkan bacaan pendek dan jangan memendekkan bacaan panjang

Jangan menukar ع dengan إ ؤ ئ / ء

BENAR
اهدنا الصراط المستقيم
Tunjuki kami jalan yg lurus

SALAH
اهدنا السرات المستكيم
Berikan kami sertifikat segundikan seperti gundukan punuk onta.

Jangan mengganti
ص dengan س
ط dengan ت
ق dengan ك

BENAR
صراط الّذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضآلّين
yaitu jalan orang orang yg Engkau berikan nikmat, bukan jalan orang orang yg Engkau murkai dan bukan jalan orang orang yg sesat.

SALAH
سرات الذين أنئمت أليهم كير المكدوب أليهم ولا الدآلّين
yaitu sertifikat org org yg kau beri seperti auman singa yg keras dan sertifikat seujung kuku dan sertifikat yg ngeles.

Jangan menukar
ص dengan س
ع dengan ئ ؤ أ ء
غ dengan ك
ض dengan د

Sumber:
Jalinan Keluarga Dakwah

Tuesday, 16 February 2016

Ayat Pilihan Hari Ini


وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya dia akan membukakan jalan keluar baginya,
Dan dia memberikan Rezeki dari arah yang tidak disangka, dan Barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
(Q.S At Thalaq: 2-3)

Sesungguhnya, taqwa adalah pangkal segala urusan. Hati yang takut kepada Allah tidak akan pernah bermaksiat kepada-Nya dan tidak akan ada kesempitan yang menimpanya.

Didalam syarah ilya dari kitab Ma'rifatus Shahadah, Syaikh Abu Nu'aim mengatakan bahwa sayyidina Basith Radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Baginda Nabi Muhammad Saw bersabda,
"Rumah rumah yang didalam nya terdapat tilawah Al Qur'an akan terlihat bersinar bagi para penduduk langit, sebagaimana bintang bintang terlihat bersinar bagi penduduk bumi". Hadits ini telah di ringkas dari kitab At Targhib.

Dari Sayydina Abu Dzar Radhiyallahu 'anhu ia berkata " Ya Rasulullah wasiatilah saya." beliau bersabda, "Bertaqwalah kepada Allah Swt, sesungguhnya taqwa adalah pangkal dari semua urusan, saya berkata, " Ya Rasulullah, tambahkan lagi nasihat untuk saya. "Beliau bersabda, bacalah Al Qur'an, karena ia adalah Nur bagimu didunia dan simpanan bagimu di akhirat" (HR Ibnu Hibban)

Sayyidina Abu Dzar Radhiyallahu 'anhu bertanya lagi, "Ya Rasulullah wasiatilah saya!" pertama-tama baginda Rasulullah mewasiatkan taqwa kepada saya. Lalu beliau bersabda taqwa adalah dasar dan pangkal segala urusan." saya berkata "Ya Rasulullah tambahkan lagi!" Beliau bersabda, "perbanyaklah membaca Al Qur'an dan mengingat Allah SWT, karena itu Nur di dunia dan simpanan di akhirat. " saya berkata tambahkan lagi!" beliau bersabda "jangan banyak tertawa, karena tertawa akan mematikan hati dan menghilangkan Nur di wajahmu (merugikan Jasmani dan Rohani)." Beliau bersabda lagi, "pentingkanlah jihad, karena jihad adalah kerahiban umatku (dalam umat dahulu rahib adalah orang yang memutuskan seluruh hubungan dengan dunia dan hanya konsentrasi ibadah kepada Allah SWT). Saya meminta tambahan lagi. Beliau bersabda "Perbanyaklah bergaul dengan orang-orang miskin. Jadikanlah mereka sebagai teman. Selalulah duduk bersama mereka." Saya meminta tambahan lagi. Beliau bersabda "Lihatlah selalu orang orang dibawahmu (agar kamu terbiasa bersyukur), dan jangan melihat yang diatasmu sehingga kamu akan meremehkan nikmat Allah, saya meminta tambahan lagi beliau bersabda " Hendaklah keburukanmu menahanmu dari mencaci orang lain. Janganlah mencari aib orang lain, sedangkan kamu sendiri melakukannya. Cukuplah sebagai bahan untuk mencela dirimu bahwa kami melihat aib orang lain, sedangkan aib itu ada pada dirimu, tetapi kamu tidak menyadarinya atau kamu mengoreksi kesalahan orang lain, sedangkan kamu sendiri melakukannya."
Di kutip dari grup wa ODOJ

Meniti Langkah Menuju Ahlul Qur'an


بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

لَا حَسَدَ إِلَّا عَلَى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ هَذَا الْكِتَابَ فَقَامَ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَتَصَدَّقَ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ

Rasulullah ﷺ bersabda :
"Tidak ada hasad (iri hati) kecuali kepada dua orang yaitu kepada seseorang yang Allah karuniakan Al-Kitab (Al Qur'an), lalu ia melaksanakannya (membacanya,  mentadabburinya, menghafalkannya dan mengamalkannya) siang maupun malam dan kepada seseorang yang Allah karuniakan harta lalu ia bersedekah pada waktu siang dan malam."
(Muttafaq 'alaih)

🌴Setiap orang yang beriman wajib merenungi hadist ini, agar dirinya menyadari kadar keimanannya kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa dan hari akhirat.

🌴Hal diatas sekaligus untuk mendeteksi dirinya terhadap kecenderungannya, mana yang dia cintai, apakah ia lebih mencintai akhirat daripada dunia ataupun sebaliknya.

🌴Hadist diatas juga memberi peringatan agar jangan sampai orang yang telah mengaku beriman tidak memiliki keinginan untuk hidup secara intensif berinteraksi dengan Al Qur'an yang telah jelas-jelas menjamin kehidupan yang penuh rahmat dan berkah dari Allah Subhanahu wa Ta'aalaa. Dan jangan pula menjadi orang yang beriman yang tidak memiliki keinginan untuk menginfaqkan hartanya di jalan Allah Subhanahu wa Ta'aalaa.

🌴Jika kita melihat teman atau saudara kita yang diberi karunia Al Qur'an, maka jangan sampai kita tidak memiliki keinginan untuk mengikuti jejaknya. Karena jika keinginan seperti ini tidak ada dalam diri kita,
maka menandakan jauhnya pemahaman dan penerimaan kita terhadap Al Qur'an sebagai karunia besar dari Allah Subhaanahu wa  Ta'aalaa yang menurunkan kenikmatan yang abadi bagi manusia. Kalau keinginan itu tidak ada maka bagaimana mungkin kita akan berdo'a meminta kepada Allah Subhanaahu  wa ta'aalaa, apalagi melakukan aktivitas interaksi dengannya.

🌴Mereka yang tidak mempunyai keinginan terhadap dua kenikmatan diatas, bisa jadi dirinya telah menjadi orang yang sangat terlena dengan kehidupan dunia. Atau bisa juga tak memiliki kepedulian terhadap kehidupan masa depannya, yakni kehidupan akhiratnya.

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.
(QS. Ar-Rum : 7)

🌴Agar dapat memiliki keinginan diatas maka kita harus membekali diri dengan :

1. Ilmu Syar'i , terutama kandungan Al Qur'an , walaupun tidak mendalam, sehingga kita merasakan kemuliaan Al Qur'an dan nilai hidayahnya yang tinggi.

2. Megenal Allah subhanahu wata'ala, melalui ayat-ayatNya dengan lebih mendalam dengan cara yang variatif , seperti dzikir, sholat , menghadiri kajian2 Tafsir Qur'an , dan merenungkan isi Al Qur'an.

3. Membaca siroh kehidupan Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, sehingga kita dapat mengenal beliau dan para sahabatnya, bagaimana sikapnya dan para sahabat dalam memuliakan Al Qur'an dan orang-orang yang bersahabat dengan Al Qur'an.

4. Mengenal Al Qur'an lebih dalam lagi tentang keutamaannya, baik untuk kehidupan dunia, terlebih lagi untuk kehidupan akhirat , sehingga kita selalu berusaha mempersiapkan bekal untuk Akhirat kelak.

  وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ 

_______________________________
   AIHQ PREMIUM DK PSDM
                     ODOJ

Hadist Pilihan Hari ini


بسم الله الرحمن الرحيم
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda:

ﻭَﺍﻟَّﺬِﻯ ﻧَﻔْﺴِﻰ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻟَﻮْ ﺃَﻥَّ ﺭَﺟُﻼً ﻗُﺘِﻞَ ﻓِﻰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺛُﻢَّ ﺃُﺣْﻴِﻰَ ﺛُﻢَّ ﻗُﺘِﻞَ ﺛُﻢَّ ﺃُﺣْﻴِﻰَ ﺛُﻢَّ ﻗُﺘِﻞَ ﻭَﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺩَﻳْﻦٌ ﻣَﺎ ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻘْﻀَﻰ ﻋَﻨْﻪُ ﺩَﻳْﻨُﻪُ

"Demi Allah, yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya ada seseorang yang terbunuh di jalan Allah, lalu dia dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi (di jalan Allah), lalu dia dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi (di jalan Allah), sementara dia masih memiliki utang, dia tidak masuk surga sampai utangnya dilunasi.'” (HR. Nasa’i 4701 dan Ahmad 22493; dihasankan al-Albani).

اللهم صل على محمد وعلى ال محمد وصحبه اجمعين

PENUNTUT ILMU SYAR'I SELALU DALAM KEADAAN BERIBADAH

  سأل سائل الشيخ صالح آل الشيخ-حفظه الله-فقال:طلبت العلم عدة سنوات ومع ذلك ليس لدي معلومات ولا أشعر بالفائدة فبماذا تنصحونني جزاكم الله خيرا؟

🌴Seorang penanya bertanya kepada Syaikh Sholih Alu Syaikh -Semoga Allah senantiasa menjaga beliau- dia berkata : Saya menuntut ilmu (belajar) beberapa tahun dan dengan belajar tersebut saya tidak tahu apa apa juga tidak merasakan adanya manfaat. Maka dengan apa anda menasehati ku? Semoga Allah membalas kebaikan kepada anda.
  فكان الجواب:
  أولًا لا تقل لم أشعر بالفائدة؛ لأن طالب العلم في عبادة ،والمقصود من طلب العلم ما هو؟

🍀Jawaban beliau:
🌴Yang pertama Janganlah engkau katakan
          🚫AKU TIDAK
     MERASAKAN ADANYA
               MANFAAT🚫;
karena penuntut ilmu itu dalam keadaan beribadah, dan apa yang dituju dari menuntut ilmu?

    المقصود:
أولًا 🌱رضا الله جل وعلا عن العبد أنه حرص على العلم، تعلمون أن الرجل الذي في الحديث مات بين بلدين، فأتت الملائكة قالت قيسوا إلى أي البلدين؛ فوجد أنه أقرب إلى بلد الهجرة فغفر له،

🍀Tujuan menuntut ilmu adalah :
Yang pertama 🌱Allah Jalla wa Alaa ridho terhadap seorang hamba yang bersemangat dalam menimba ilmu syar'i, ketahuilah ada seorang laki laki (yang membunuh 99 jiwa) di dalam hadits yang ia meninggal diantara dua negeri (negeri yang banyak kejelekannya dan negeri yang banyak kebaikannya), kemudian datang seraya berkata ukurlah mana negeri yang lebih dekat,  maka didapati bahwa orang tersebut lebih dekat ke negeri yang ia tuju untuk hijrah (negeri yang banyak kebaikan), kemudian ia diampuni.
(🔸tambahan: lihat Hadits di Shohih Al-Bukhori no. 3470 dan Shohih Muslim  no. 2766)

  لماذا؟
  لأن طالب العلم في
      🌱حركته في العلم هو في عبادة،
      🌱طلبك العلم: أنفاسك، كلامك الذي تكلم فيه،  إنصاتك، استعمالك لجوارحك، في هذا الأمر، هذا كله: عبادة لله جل جلاله،

🍀Kenapa? ?
🌴Karena seorang penuntut ilmu
🌱Gerakannya untuk menuntut ilmu adalah ibadah
🌱Ketika engkau menimba ilmu maka nafasmu, perkataanmu yang engkau berbicara tentang nya, diam mu, semua bentuk gerakan badanmu dalam rangka menuntut ilmu, ini adalah bentuk ibadah kepada Allah Jalla Jalaaluh.

   أنت احتسب أنك في عبادة،  
🍀Engkau telah dianggap bahwa engkau dalam keadaan beribadah🍀

   لا تقل ما استفدت،
هو ربما خير لك من نوافل الصلاة،
أو من بعض نوافل العبادات؛

🌴Jangan katakan
          🚫AKU TIDAK
MENDAPATKAN MANFAAT🚫

🌴Bisa jadi menuntut ilmu lebih baik bagimu dibandingkan berbagai sholat sunnah.
🌴Atau dari berbagai ibadah sunnah lainnya

  لأن هذا فيه عظيم أجر وتعبد لله جل جلاله، لما تسمع من كلام الله جل وعلا وكلام رسوله ومعنى ذلك.
  ثم الفائدة متبعّضة لا تظن أنه إما أن تكون عالما أو لا تكون،
  ليس المقصود من كل طالب علم أن يكون عالما،

🍀 Karena didalam nya terdapat pahala yang besar dan dalam rangka ibadah kepada Allah Jalla Jalaaluhu.
(yaitu) Ketika engkau mendengar Kalam Allah dan Kalam Rasul-Nya dan yang semakna dengannya.

🍀 Kemudian dengan adanya faidah yang dibagi tersebut jangan engkau kira bahwasannya nantinya engkau akan menjadi seorang yang alim atau tidak

🍀Bukanlah yang dikehendaki dari setiap penuntut ilmu itu harus menjadi seorang yang alim

  إنما المقصود بطلبك للعلم
🍀Akan tetapi yang dikehendaki dari engkau menuntut ilmu adalah :
 
      🌱أن ترفع الجهل عن نفسك،
      🌱أن تتعبد لله جل وعلا بعبادات صحيحة،
     🌱أن تكون عقيدتك صالحة،

🌱Mengangkat kebodohan dari dirimu
🌱Agar engkau dapat beribadah kepada Allah Jalla wa ‘Alaa dengan ibadah yang benar (sesudai dengan aturan Al-Quran dan As-Sunnah yang shohih).
🌱Agar aqidah mu diatas aqidah yang benar,

تأتي الله جل وعلا بقلب سليم
{{{يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ}}} (الشعراء:88-89 )
  
Sehingga engkau dapat mendatangi Allah dengan hati yg salim (hati yang bersih)

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, (QS.  Asy syu'aro 88-89 )

🌱سليم من الشبهة وسليم من إقرار الشهوة.
🌱Hati yang bersih dari syubhat dan hati yang bersih dari syahwat.

ً هذا من فوائد العلم،
   🌱أنك ترفع الجهل عن نفسك، ولا أظن أحدا طلب العلم سنين لم يستفد منه أجرا ولم يستفد منه رفعا للجهل عن نفسه، لا يمكن!.                                                               
🍀Inilah diantara berbagai faidah ilmu,
🌱Engkau mengangkat kebodohan dari dirimu, Dan aku tidak dapat mengira ada seorang yang belajar ilmu syar'i tahunan belum mendapatkan manfaat darinya berupa pahala dan tidak mendapatkan manfaat darinya berupa diangkatnya kejahilan dari dirinya, ini tidaklah mungkin!

إذا كانت نيته صادقة، فالله جل وعلا لا يضيع أجر من أحسن عملا، ثم هو لابد أن يكون رفع الجهل عن نفسه،

🔑Apabila niatnya benar (ikhlas karena Allah semata), Maka Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan amalannya dengan baik, kemudian Allah pasti akan mengangkat kebodohan dari diri orang tersebut.

لو ما نفعت إلا نفسك وعيالك هذا خير عظيم

🔑Walaupun hal tersebut hanya bermanfaat untuk dirimu dan keluarga mu maka ini merupakan kebaikan yang sangat banyak.

  منقول من شريط/ الوصايا العشر للاستفادة من الدروس العلمية للشيخ صالح آل الشيخ حفظه الله

📼 Dinukil dari Kaset : 10 wasiat untuk mengambil manfaat dari berbagai kajian Ilmiyah oleh Syaikh Sholih Alu as-Syaikh hafizhahullah.

  Diterjemahkan oleh :
🌹Husnul Khotimah
       Ummu Kayyisa 
   HafizhahallahTa'ala

Semoga Bermanfaat untuk menambah Mufrodat antum